In The FUTURE
02.50
Pertama – tama saya ingin menjelaskan
kenapa judul halaman ini adalah “In The Future” yakni masa depan. Tapi
terlebih dahulu saya mau bertanya dan tolong jawabannya disimpan dalam
hati saja, jangan dibuang melainkan coba tuk renungkan. Masa depan,
Tahukah anda bagaimana masa depan ataupun kehidupan anda nantinya???
Jika anda mengatakan “iya” berarti anda betul -betul orang yang hebat
bahkan diatas kata jago buat anda jadi saya berharap dengan sangat
silahkan berhenti untuk membaca halaman ini, cukup sampai disini saja
pertemuan kita. Tapi jika dalam hati dan benak anda terbesit kata “tidak
” ataupun anda masih ragu dengan rencana masa depan anda, saya berharap
anda masih selalu dalam lindungan Allah SWT diberikan kesehtan sehingga
anda masih dapat melanjutkan membaca halaman ini hingga nanti kita
mengerti.
Masa depan adalh hal yang tak pasti, masa
dimana kita menciptakan awal tapi entah bagaimana akhirnya, kita tak
pernah tahu. Tapi mengapa masih banyak anak -anak remaja yang
menyia-yiakan waktunya dengan tidak mengisi kekosongan mereka dengan
beribadah atau membaca serta kegiatan lain yang bermanfaat, pastinya itu
semua demi bagaimana memperbaiki kepribadian. Mereka lebih senang
berkumpul demi kepentingan yang tidak jelas tapi mereka suka, mereka
para remaja seakan tak pernah takut ketika masa depan itu telah dekat,
masa dimana mereka harus berusaha lebih kuat dan berpikir lebih keras
untuk memperoleh kebahagian dunia dan akhirat. Tapi bagaimana itu semua
bisa tercapai jika tak ada pembenahan dari sekarang dan bekal yang
tertanam dalam benak para remaja. Semua itu harus dimulai dari sekarang,
saat dimana kita masih bisa mencari karena orang yang menemukan awalnya
adalah orang yang mencari.jangan pernah takut untuk melakukan
perubahan, biar sedikit yang jelas ada karena di dunia ini semua hal
yang banyak berawal dari beberapa hal yang sedikit.
Cobalah setidaknya kita tanamkan atau
ingat dalam hati kita bahwa jalan menuju kebahagiaan di masa depan ,
tersimpan dalam kemurnian pengetahuan dan wawasan.Kebahagian
(Kepribadian) itu tidak di dapatkan dari kisah – kisah romantis atau
picisan yang membuat pembacanya terbang jauh dari realita dan beranjak
dari dunia kenyataan. Mungkin kita hanya akan menemukan di dalam mimpi –
mimpi yang indah dan memabukkan pemikiran. Dari semua itu kita (remaja)
akan mengalami pengkerdilan kepribadian, yang sekarang sudah banyak
melanda kaum remaja. Kepribadian dimana mereka lebih cenderung untuk
memperlihatkan sikap – sikap yang mengada – ada jauh dari kepribadian
dasarnya. Seperti sebuah hobby dimana para remaja sangat suka membaca
novel -novel teenlit ketimbang membaca Al-Quran, Novel atau sinetron
yang hanya mengajarkan pengkhianatan, percintaan, kriminalitas, serta
dramatisasi kehidupan remaha dan masih banyak hal negatif lainnya.

