In The FUTURE

Pertama – tama saya ingin menjelaskan kenapa judul halaman ini adalah “In The Future”  yakni masa depan. Tapi terlebih dahulu saya mau bertanya dan tolong jawabannya disimpan dalam hati saja, jangan dibuang melainkan coba tuk renungkan. Masa depan, Tahukah anda bagaimana masa depan ataupun kehidupan anda nantinya??? Jika anda mengatakan “iya” berarti anda betul -betul orang yang hebat bahkan diatas kata jago buat anda jadi saya berharap dengan sangat silahkan berhenti untuk membaca halaman ini, cukup sampai disini saja pertemuan kita. Tapi jika dalam hati dan benak anda terbesit kata “tidak ” ataupun anda masih ragu dengan rencana masa depan anda, saya berharap anda masih selalu dalam lindungan Allah SWT diberikan kesehtan sehingga anda masih dapat melanjutkan membaca halaman ini hingga nanti kita mengerti.

Masa depan adalh hal yang tak pasti, masa dimana kita menciptakan awal tapi entah bagaimana akhirnya, kita tak pernah tahu. Tapi mengapa masih banyak anak -anak remaja yang menyia-yiakan waktunya dengan tidak mengisi kekosongan mereka dengan beribadah atau membaca serta kegiatan lain yang bermanfaat, pastinya itu semua demi bagaimana memperbaiki kepribadian. Mereka lebih senang berkumpul demi kepentingan yang tidak jelas tapi mereka suka, mereka para remaja seakan tak pernah takut ketika masa depan itu telah dekat, masa dimana mereka harus berusaha lebih kuat dan berpikir lebih keras untuk memperoleh kebahagian dunia dan akhirat. Tapi bagaimana itu semua bisa tercapai jika tak ada pembenahan dari sekarang dan bekal yang tertanam dalam benak para remaja. Semua itu harus dimulai dari sekarang, saat dimana kita masih bisa mencari karena orang yang menemukan awalnya adalah orang yang mencari.jangan pernah takut untuk melakukan perubahan, biar sedikit yang jelas ada karena di dunia ini semua hal yang banyak berawal dari beberapa hal yang sedikit.


Cobalah setidaknya kita tanamkan atau ingat dalam hati kita bahwa jalan menuju kebahagiaan di masa depan , tersimpan dalam kemurnian pengetahuan dan wawasan.Kebahagian (Kepribadian) itu tidak di dapatkan dari kisah – kisah romantis atau picisan yang membuat pembacanya terbang jauh dari realita dan beranjak dari dunia kenyataan. Mungkin kita hanya akan menemukan di dalam mimpi – mimpi yang indah dan memabukkan pemikiran. Dari semua itu kita (remaja) akan mengalami pengkerdilan kepribadian, yang sekarang sudah banyak melanda kaum remaja. Kepribadian dimana mereka lebih cenderung untuk memperlihatkan sikap – sikap yang mengada – ada jauh dari kepribadian dasarnya. Seperti sebuah hobby dimana para remaja sangat suka membaca novel -novel teenlit ketimbang membaca Al-Quran, Novel atau sinetron yang hanya mengajarkan pengkhianatan, percintaan, kriminalitas, serta dramatisasi kehidupan remaha dan masih banyak hal negatif  lainnya.